A. MATERI YANG BERKAITAN DENGAN SEMANTIK BAHASA
INDONESIA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA
INDONESIA SMP KELAS VII DAN VIII PENGARANG NURHADI, DAWUD, DAN YUNI PRATIWI
1. Menulis Buku Harian atau
Pengalaman Pribadi dengan Memperhatikan Cara Pengungkapan Dengan
Bahasa yang Baik dan Benar
Ketika kamu menulis buku
harian, kamu dapat menggunakan kalimat yang ekspresif. Kalimat ekspresif adalah
kalimat yang menyatakan pikiran dan perasaan secara mendalam. Dalam kalimat
itu, biasanya digunakan idiom dan pilihan kata tertentu yang menunjukkan arti
‘sangat’. Idiom merupakan gabungan kata yang menyatakan satu ungkapan makna,
misalnya, gabungan berat hati dalam kalimat “mereka melakukan kegiatan
itu dengan berat hati”. Berat hati dalam kalimat itu bermakna
‘enggan dan terpaksa sekali’. Pilihan kata tertentu juga dapat menunjukkan arti
‘sangat’ atau bagian kalimat yang lain, misalnya, wah, liar biasa, aduh atau
hebat.
a. Menjelaskan Makna Idiom Dalam Kalimat
Ekspresif
Kalimat-kalimat berikut
menunjukkan kalimat ekspresif. Coba kamu jelaskan makna idiom dalam
kalimat-kalimat berikut! Jika kamu merasa kesulitan, gunaka Kamus Besar Bahasa Indinesia atau
diskusikan bersama temanmu!
1. Hari
ini, aku pergi sekolah. Di perjalanan, aku melihat rumah luluh lantak oleh badai kemarin. (Luluh lantak dalam
kalimat itu bermakna ‘hancur sama sekali’).
2. Banjir
bandang meratakan kawasan wisata yang indah itu. (Banjir bandang dalam
kalimat itu bermakna ‘banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir
deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu, dan sebagainya) atau air bah’).
3. Hampir
seluruh Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bohorok, terendam air bah. (Air
bah dalam kalimat tersebut bermakna ‘banjir.).
4. Jangan hanya berpangku
tangan, bantulah korban bencana banjir. (Berpangku tangan dalam
kalimat tersebut bermakna ‘tidak berbuat (bekerja) apa-apa’).
5. Banyak wisatawan mancanegara yang jatuh
hati setelah melihat Taman Nasional Gunung Leuser.(Jatuh hati dalam
kalimat itu bermakna ‘menaruh cinta (kasih) kepada Taman Nasional Gunung Leuser
atau menaruh belas kasihan kepada Taman Nasional Gunung Leuse’).
6. Kami menyaksikan dengan mata
kepala sendiri gelombang air bercampur lumpur. (Mata kepala sendiri
dalam kalimat itu bermakna ‘melihat dengan matanya sendiri tanpa mendengar
cerita dari orang lain’).
Aspek Kebahasaan
Menguasai dan Menerapkan Kata yang
Mengalami Pergeseran Makna
Contoh : “Saya sependapat dengan saudara
Dira, permasalahan ketertiban lingkungan memang tanggung jawab kita bersama.”
Kata ‘Saudara’ pada contoh di
atas mengalami pergeseran makna. Dulu kata saudara hanya berarti ‘orang yang
seibu seayah atau memiliki hubungan darah’, tetapi sekarang saudara juga
berarti siapa saja yang dianggap sederajat atau berstatus sosial yang sama.
Faktor yang mempengaruhi pergeseran makna di
antaranya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan
sosial budaya, perbedaan bidang pemakaian, adanya asosiasi atau pertautan
makna, pertukaran tanggapan indra, perbedaan tanggapan, penyingkatan, proses
gramatikal, dan adanya pengembangan istilah.
Jenis pergeseran makna adalah
sebagai berikut:
1. Pergeseran makna meluas, yaitu
makna yang baru lebih luas daripada makna yang lama. Contoh: kata ibu (dulu
berarti ‘orangtua perempuan’ sekarang untuk menyebut semua perempuan yang
kedudukannya lebih tinggi atau patut kita hormati).
2. Pergeseran makna menyempit, yaitu
makna yang baru lebih sempit daripada makna yang lama. Contoh: kata sarjana
(dulu berarti setiap orang yang pandai, sekarang untuk yang bergelar atau
lulusan perguruan tinggi).
3. Pergeseran makna amelioratif,
yaitu makna yang baru dianggap lebih halus daripada makna yang lama. Contoh:
kata pramuwisma (dianggap lebih halus daripada kata pembantu).
\
\
4. Pergeseran makna peyoratif, yaitu
makna yang baru dianggap lebih kasar daripada makna yang lama. Contoh: kata
bini (dianggap lebih kasar daripada kata istri)
5. Pergeseran makna sinestesia, yaitu
perubahan atau pergeseran makna akibat penukaran indra. Contoh: kata manis
untuk indra pencecap bertukar dengan indra penglihatan, yaitu pada kalimat
“Gadis itu manis.”
6. Pergeseran makna karena asosiasi
(pertautan makna), yaitu dipertautkan dengan hal-hal lain. Contoh: kata amplop
yang berarti alat untuk menyampul surat, bisa juga untuk membungkus uang sogok.
C. MATERI YANG BERKAITAN DENGAN SEMANTIK BAHASA
INDONESIA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA
INDONESIA SMP KELAS VII PENGARANG
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2013
1. Hal
36 materi yang berhubungan dengan semantik ialah yang berhubungan dengan
penamaan dan pendefenisian yang berupa mengetahui bagian-bagian yang berupa
identifikasi, klasifikasi/deskripsi, dan deskripsi bagian pada teks deskripsi
"Tari Saman".
2. Hal 51 materi yang berhubungan dengan
semantik ialah yang berhubungan dengan penamaan
dan pendefenisian yang berupa mengetahui bagian-bagian yang berupa
identifikasi, klasifikasi/deskripsi, dan deskripsi bagian pada teks deskripsi
"Pantun Indonesia".
3. Hal 95 materi yang berhubungan dengan semantik yaitu pada penyusunan teks
eksposisi "Teknologi Tepat Guna" menggunakan alat kohesi. Kohesi
adalah keterpaduan yang dicapai melalui pemilihan kosakata. Kohesi leksikal
dapat berbentuk, antara lain dengan pengulangan, sinonim, hipononim, dan
antonim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar